Halaman

Minggu, 12 Mei 2013

kehilangan sahabat

dulu kita sahabat,
teman begitu hangat,
mengalahkan sinar mentari.
dulu, kita sahabat
teman bagai ulat
yang berharap maenjadi kupu-kupu

Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

kini aku dan kamu yang selalu bersama hanya tinggal dongeng belaka
aku dan kamu kini telah terpisah jauh,
terpisahkan oleh teman, ruang dan waktu

aku tak temukan kamu yang dulu,
kamu yang selalu ada, disaat aku butuh
kamu yang kini telah menghilang,
entah kemana.

kesalahpahaman kemarin,
membuat aku dan kamu menjadi
aku atau kamu.

kini tidak akan pernah ada lagi persahabatan aku dan kamu
kini semuanya telah sirna
mimpi itu telah sirna

aku yang kini tak lagi tahu kamu dimana,
hanya menunggu satu janji yang kemarin telah terucap oleh bibir itu.
janjimu menemaniku, ketika aku butuh kamu.

kini aku benar-benar merasa kehilangan,
aku atau kamukah yang berubah?

jikalau aku yang berubah,
maaf atas perubahan ini,
perubahan yang membuat segalanya berubah jua.

ketika kamu marah, aku takut kehilanganmu
dan ketakutanku kini menjadi kenyataan.
kini kamu pun pergi, jauh entah kemana

di sini, di tempat yang sunyi ini,
tinggallah aku sendiri,
yang hanya berteman sepi.

sahabat, lama aku tak menggunakan sebutan ini.
sahabat, lidah ini bisa mengeluarkan 1001 kata untuk menutupi 1 kata yang tersimpan di dalam hati ini
namun, hati ini takkan mampu mengeluarkan 1001 kata untuk menutupi 1 kejujuran.

sahabat, mungkin lidah ini telah berkata aku membencimu, tapi

hati hanya dapat berkata aku sayang padamu


sahabat, jika hati itu tak lagi bisa mengungkapkan kata maaf
aku mengerti,
karena kesalahanku mungkin sudah terlalu fatal di matamu

tapi hati ini akan selalu menunggu.
menunggu kapan hatimu memaafkanku.

segalanya berubah karena aku,
dan aku tak bisa berbuat apa-apa

terselah mulut itu mau mengucapkan apa
1001 makian pun akan aku terima,
karena mungkin aku memang pantas mendapatkannya

tapi sahabat, 1 kata terindah yang selalu ingin aku ungkapkan
kasih sayang yang tulus ingin aku berikan hanya untuk sahabatku di sana

maafkan kata yang telah terucap.
dan izinkan hatiku memohon maaf
yang sebesar-besarnya pada sahabatku.,

sungguh aku benar- benar kehilangan 2 sosok sahabat,
ketika aku kehilangan kamu
aku akan selalu menyayangimu sahabatku

maafkan aku, jika saat ini aku tak tahu keadaan mu, dan keberadaan mu.
aku memang tak pantas lagi menjadi sahabatmu


salam
chacha

dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu kupu



Selasa, 07 Mei 2013

terkadang sahabat

terkadang aku ingin marah
karena sahabatku menghiraukanku
terkadang aku kecewa
karena sahabatku tak mendengarkanku
terkadang aku sedih
karena sahabatku meninggalkanku
terkadang aku menangis
karena sahabatku meninggalkanku sendiri
pergi bersenag-senang bersama yang lain
bahkan terkadang timbul rasa benciku
kepada sahabatku
tapi aku menyadari
kehidupan sahabatku bukan hanya untukku
tapi juga untuk mereka yang berada di sana

aku selalu tabahkan hati
melihat sahabatku
selalu aku berusaha membantu dia
menghadapi masalahnya
terkadang aku juga menangis
mendengar dia menghadapi masalahnya sendiri
berada dalam penderitaan hanya sendiri
tanpa aku

dan sering aku gelisah,
ketika aku tak tahu dia berada dimana,
aku tak tahu dia sedang bagaimana
tidak ku tahu keadaannya
tidak ku tahu dia sedang bersama siapa.

ingin aku mencarinya, tapi sering aku tak bisa
ingin aku bersamanya, tapi terkadang aku sibuk
ingin aku selalu di sampingnya tapi terkadang aku tak bisa

tapi aku ingin bekata kepada sahabatku,
bahwa inilah aku apa adanya,
aku yang tak punya daya apa-apa,
aku manusia yang tidak sempurna,

dan aku selalu berharap, dia bisa memahami dan mengerti aku