teman begitu hangat,
mengalahkan sinar mentari.
dulu, kita sahabat
teman bagai ulat
yang berharap maenjadi kupu-kupu
Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang
kini aku dan kamu yang selalu bersama hanya tinggal dongeng belaka
aku dan kamu kini telah terpisah jauh,
terpisahkan oleh teman, ruang dan waktu
aku tak temukan kamu yang dulu,
kamu yang selalu ada, disaat aku butuh
kamu yang kini telah menghilang,
entah kemana.
kesalahpahaman kemarin,
membuat aku dan kamu menjadi
aku atau kamu.
kini tidak akan pernah ada lagi persahabatan aku dan kamu
kini semuanya telah sirna
mimpi itu telah sirna
aku yang kini tak lagi tahu kamu dimana,
hanya menunggu satu janji yang kemarin telah terucap oleh bibir itu.
janjimu menemaniku, ketika aku butuh kamu.
kini aku benar-benar merasa kehilangan,
aku atau kamukah yang berubah?
jikalau aku yang berubah,
maaf atas perubahan ini,
perubahan yang membuat segalanya berubah jua.
ketika kamu marah, aku takut kehilanganmu
dan ketakutanku kini menjadi kenyataan.
kini kamu pun pergi, jauh entah kemana
di sini, di tempat yang sunyi ini,
tinggallah aku sendiri,
yang hanya berteman sepi.
sahabat, lama aku tak menggunakan sebutan ini.
sahabat, lidah ini bisa mengeluarkan 1001 kata untuk menutupi 1 kata yang tersimpan di dalam hati ini
namun, hati ini takkan mampu mengeluarkan 1001 kata untuk menutupi 1 kejujuran.
sahabat, mungkin lidah ini telah berkata aku membencimu, tapi
hati hanya dapat berkata aku sayang padamu
sahabat, jika hati itu tak lagi bisa mengungkapkan kata maaf
aku mengerti,
karena kesalahanku mungkin sudah terlalu fatal di matamu
tapi hati ini akan selalu menunggu.
menunggu kapan hatimu memaafkanku.
segalanya berubah karena aku,
dan aku tak bisa berbuat apa-apa
terselah mulut itu mau mengucapkan apa
1001 makian pun akan aku terima,
karena mungkin aku memang pantas mendapatkannya
tapi sahabat, 1 kata terindah yang selalu ingin aku ungkapkan
kasih sayang yang tulus ingin aku berikan hanya untuk sahabatku di sana
maafkan kata yang telah terucap.
dan izinkan hatiku memohon maaf
yang sebesar-besarnya pada sahabatku.,
sungguh aku benar- benar kehilangan 2 sosok sahabat,
ketika aku kehilangan kamu
aku akan selalu menyayangimu sahabatku
maafkan aku, jika saat ini aku tak tahu keadaan mu, dan keberadaan mu.
aku memang tak pantas lagi menjadi sahabatmu
salam
chacha
dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu kupu